Mulai

Mulai


       Mulai itu identik dengan hal baru. Start, memulai. Memulai hal baru yang akan dituju dengan atau tanpa ragu. Tapi, mulai bukan berarti harus meninggalkan hal lalu untuk hal baru, kan? Mulai lebih kepada menginjak hal baru tanpa harus meninggalkan segalanya tentang hal lalu.

       Seringkali untuk memulai hal baru kita dihadapkan dengan sosok keraguan. Yang buat kita jadi nggak percaya sama kemampuan diri sendiri dan terlalu cemas akan risiko dan respon orang-orang terhadap apa yang akan kita jalani. Dan itu yang aku rasakan sebelum akhirnya aku berani memutuskan untuk memulai. Keraguan itu ganggu banget, dia penghambat untuk kita mulai sesuatu, untuk kita melangkah maju. Kadang aku berfikir keraguan itu harus dikesampingkan atau perlu dienyahkan saja. Tapi bagaimana caranya? Mengenyampingkan keraguan, mengatasi keraguan, itu bukan hal yang mudah. Kata mamahku, "Ragu itu lumrah, setidaknya jangan dibuat jadi makin susah."

       Dan yang bisa kita lakukan adalah menerima keraguan dengan apa adanya. Jangan dienyahkan dan enggak perlu dilawan. Biarin ragu itu jadi bagian dari diri kita. Dengan menerima ragu yang ada di dalam hati dan di pikiran kita. Perlahan kita bisa berdamai sama diri kita sendiri dan mungkin kita bisa berdamai sama keraguan itu sendiri.

       Nggak semua orang bisa secepat kilat berdamai sama dirinya sendiri. Termasuk aku. Tapi, ketika kita bisa berdamai sama diri sendiri, walau sedikit. Dengan adanya kemauan, disitulah kita dapat ngelihat sejauh mana kemampuan kita untuk memulai hal baru yang kita inginkan dan menjalaninya.

       Untuk risiko ... saat kita memutuskan buat mulai hal baru, disitu kita juga udah harus siap buat nerima apapun risikonya. Karena, nggak ada pilihan dan keputusan yang paling benar.

       Untuk respon orang-orang nanti bakal seperti apa. I also don't know, but kita harus tetap terima apapun itu. Kalo ada orang yang gak suka sama karya kita atau mereka gak suka sama apa yang kita lakuin. Tinggal di ya udah-in aja.

       Ikuti kata hati sendiri. Untuk apa kamu memulai? Atau untuk siapa kamu memulai? Yang tau jawabannya adalah diri kita sendiri. Bukan menurut orang lain yang paling benar, bukan menurut orang lain yang paling pantas, tapi menurut diri kita sendiri yang paling nyaman.

       Setelah dipikir-pikir betul juga kata orang-orang, "Mulai aja dulu."

       Melangkah walau banyak salah itu nggak apa-apa, namanya juga manusia. Belum mau melangkah juga nggak apa-apa, mungkin belum saatnya. Tapi kalo sama sekali nggak melangkah, itu baru bahaya.

       Berpijak aja nggak cukup. Diam aja juga nggak boleh. Kita harus bergerak. Kita harus melakukan sesuatu. Karena alam semesta nggak akan sampe disini aja. Masih banyak waktu dan masih banyak kesempatan. Perjalanan masih panjang. Kalau kita mau, kita pasti bisa.

       Ini bukan permainan. Tapi ini perjalanan. Bukan soal kemenangan. Tapi soal tercapainya harapan-harapan.

       Kamu bebas mau mulai kapan pun, karena kamu bukan pemain di atas papan permainan yang kalau mau mulai harus nunggu giliran. Belum lagi harus berlomba-lomba atau kejar-kejaran demi meributkan kemenangan. Bukan! Mulailah tanpa paksaan ataupun tekanan. Mulailah dengan atau tanpa keraguan.

       Selagi Ada peluang, ada kesempatan, itu harus dimanfaatkan. Karena kesempatan yang sama, nggak akan datang dua kali, kan?

       Setelah dirimu siap untuk memulai, katakan pada dirimu sendiri, "Aku siap dan saat ini telah tiba waktunya, aku mulai ...."



Salam Hangat,
Sekadar Redam

ooo

Mari gunakan kolom komentar untuk berdiskusi dengan menulis pendapatmu😊
Dan ... terimakasih sudah berkunjung🤗




















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekadar Cerita Pendek - Suasana Segar